Budaya makan sushi (寿司) sudah cukup menjamur di Indonesia, mulai dari sushi super tuna restoran papan atas sampai ke restoran di pinggir jalan menyediakan sushi.
Sushi
menjadi sangat terkenal sebagai makanan cepat saji tradisional, dan
makanan Jepang yang paling mudah ditemui dibandingkan dengan kare dan bento. Sushi juga tidak perlu dimasak, sehingga siapa pun tidak perlu khawatir gosong saat membuatnya.
Bahan-bahan untuk membuat sushi pun semuanya, untungnya, sehat untuk dimakan. Begitu pula dengan segala sesuatu yang akan dimakan bersamanya, teh hijau (ocha) yang diminum untuk menikmati sushi juga ikut sehat.
1. Ikan
Ikan yang menjadi bahan utama membuat sushi memiliki nutrisi yang sangat tinggi. Sushi memang tidak selalu berarti harus dibuat dari ikan mentah. Saya sendiri belum pernah melihat ada orang yang pergi ke restoran sushi dan hanya memakan kappa maki
(timun) dan minum air putih, kecuali kalau dia memang belum gajian.
Menu sushi yang memakai bahan dasar ikan menandakan sushi cukup banyak
mengandung omega-3 fatty acids yang baik untuk kesehatan syaraf
dan jantung, termasuk menurunkan tekanan darah dan menguatkan pembuluh
arteri. Omega-3 fatty acid terdapat pada sarden, mackerel dan salmon.
2. Nasi dan Cuka
Kok dua? Ya, karena sebenarnya kata sushi
itu mengacu pada paduan nasi dan cuka dibandingkan ikan mentahnya.
Sepertinya poin ini hanya berfokus pada nasi karena cuka yang digunakan
pun dibuat dari nasi. Cuka nasi ini dipercaya untuk menurunkan tekanan
darah dan digunakan untuk berbagai sajian Jepang.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar